Alergi susu sapi merupakan jenis alergi yang cukup banyak terjadi pada bayi dan anak-anak. Sebenarnya, apa itu alergi susu sapi? Bagaimana gejalanya? Dan bagaimana cara menanganinya? Berikut akan kita bahas tentang alergi susu sapi pada anak.

Alergi merupakan respons imun atau kekebalan tubuh terhadap benda asing atau benda yang dianggap asing oleh tubuh. Dalam kasus alergi susu sapi, tubuh menganggap protein yang terkandung di dalam susu sapi sebagai benda asing, sehingga tubuh bereaksi untuk menolak,dan muncullah gejala alergi. 

Gejala Alergi Susu Sapi

Gejala alergi susu sapi antara lain:

  1. Gatal-gatal pada kulit (urtikaria)

Reaksi yang paling sering muncul pada kasus alergi susu sapi yang diderita anak adalah gatal-gatal dan kemerahan pada kulit, yang disebut urtikaria. Urtikaria ini sangat gatal dan membuat bayi atau anak menjadi tidak nyaman dan rewel. Gatal-gatal pada kulit akibat susu sapi biasanya muncul sekitar 30 hingga 45 menit setelah bayi atau anak meminum susu sapi.

  1. Sesak napas

Respons lain selain urtikaria adalah sesak napas. Sebagian besar penderita alergi susu sapi memang hanya mengalami gejala gatal-gatal pada kulit, tetapi sebagian lainnya mengalami sesak napas juga. Jika anak Anda mengalami sesak napas tiba-tiba tanpa sebab dan tanpa memiliki riwayat asma sebelumnya, Anda patut mencurigai terjadinya alergi. Pertolongan pada anak yang mengalami sesak napas akibat alergi susu adalah memberikan obat-obat bronchodilator (atau pelega saluran napas) dan antihistamin (atau anti alergi). Jangan lupa konsultasikan kepada dokter spesialis anak mengenai obat, dosis, serta cara pemberiannya, mengingat bayi dan anak memiliki imunitas yang masih sangat rentan.

  1. Diare

Gejala lain yang cukup sering muncul adalah diare. Diare pada bayi dan anak tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele karena dapat berujung pada dehidrasi. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka dehidrasi dapat berujung pada kematian.

  1. Konstipasi

Setiap anak memiliki respons yang berbeda terhadap alergen. Pada alegi susu sapi, ada anak yang mengalami diare, tetapi ada pula yang justru mengalami konstipasi (sulit buang air besar). Jika anak Anda mengalami konstipasi meskipun sudah mengonsumsi cukup sayuran, buah, dan air, maka Anda patut curiga bahwa dia alergi susu sapi.

  1. Mual muntah

Gejala lain dari alergi susu sapi adalah mual dan muntah. Sistem kekebalan tubuh menganggap susu sapi sebagai benda asing dan harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga tubuh meresponsnyadengan mual dan muntah untuk mengeluarkan susu yang telah masuk ke dalam lambung. Mual muntah pada bayi dan anak dapat menimbulkan kekurangan cairan sehingga berakibat pada penurunan kesadaran dan kematian.

Penanganan pada Alergi Susu Sapi

Lalu bagaimanakah cara menangani alergi susu sapi?

  1. Ganti susu sapi dengan susu kedelai.
  2. Hentikan pemberian susu sapi dan semua produk turunannya, seperti susu, keju, yoghurt, dan mentega.
  3. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak tentang obat-obatan daruratyang harus disediakan saat alergi anak kambuh.
  4. Tingkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberikan vitamin, karena alergi sering muncul ketika imunitas sedang menurun.

Jika ibu memiliki anak yang alergi susu sapi, jangan khawatir, karena ketika anak semakin besar,yaitu sekitar umur 12 tahun, terkadang alergi ini akan menghilang dengan sendirinya jika imunitas anak baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here