Darah merupakan komponen penting yang menyusun organisme hidup. Sarana pengangkut hasil metabolisme ini beredar secara luas dalam tubuh manusia dengan tekanan tertentu.  Artikel ini akan membahas secara khusus tentang cara untukmengenal 3 jenis karakteristik tekanan darah manusiaSemoga artikel inidapat menjadi wawasan tersendiri untuk mengenali kesehatan tubuh Anda.

Tekanan darah pada dasarnya merupakan spesifikasi kekuatan tubuh dalam memompa darah yang dinyatakan dalam ukuran tertentu. Dalam prosesnya, tekanan darah yang diatur dengan kinerja pembuluh nadi ini terbagi atas tekanan darah sistolik yang merupakan jenis tekanan darah saat jantung menguncup; dan tekanan darah diastolik yang merupakan jenis tekanan darah saat jantung mengendur. Setiap manusia memiliki variasi tekanan darah yang dibedakan dari latar belakang usia, jenis pekerjaan, dan keragaman genetis. Umumnya, karakteristik tekanan darah pada manusia terbagi dalam jenis berikut ini:

Tekanan Darah Normal

Tekanan darah normal merupakan ukuran tekanan darah yang dinyatakan dalam angka setara atau di bawah 120/80 mmHg. Angka 120 merupakan nilai tekanan sistolik yang menunjukkan kerja jantung saat memompa darah ke seluruh tubuh; dan angka 80 merupakan nilai tekanan diastolik yang menunjukkan kerja jantung saat berada dalam fase istirahat sejenak. Tekanan darah normal dapat berubah menjadi naik atau turun sesuai dengan aktivitas dan kondisi tubuh seseorang. Manusia yang memiliki nilai tekanan darah normal cenderung memiliki pola hidup yang sehat dan jauh dari berbagai ancaman penyakit berat.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu penyakit yang diderita seseorang dengan ukuran tekanan darah melebihiangka 120/80 mmHg. Seseorang dikatakan mengidap tekanan darah tinggi akut jika telah mencapai angka tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Tingginya angka tekanan darah pada penderita penyakit ini umumnya dipicu oleh adanya aktivitas merokok, mengonsumsi alkohol, kurang berolahraga, berat badan berlebih juga gemar mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi. Penderita penyakit tekanan darah tinggi berisiko lebih rentan terjangkit serangan jantung, stroke,serta gangguan lain pada ginjal.

Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tekanan darah rendah atau hipotensi merupakan suatu penyakit yang diderita seseorang dengan ukuran tekanan darah dibawah90/60 mmHg. Penyakit ini umumnya tidak membahayakan, namun mampu menyebabkan penderita merasa mual, lemas, dehidrasi, sesak napas, pandangan berkunang, hingga dapat menyebabkan pingsan. Dalam tahap lanjut, penderita penyakit tekanan darah rendah berpotensi menderita kerusakan jantung dan otak secara akut. Penderita penyakit ini dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebugaran tubuh dan menghindari stres, untuk mencegah turunnya nilai tekanan darah secara berlebihan.

Demikianlah artikel mengenai 3 jenis karakteristik tekanan darah manusia. Mari memulai pola hidup yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. (ADS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here